-
tentang hape
suatu pagi seorang teman bertanya pada sahabatnya,
Ikhwan: hai sahabatku, aku dapati hapemu selalu terjaga, 24 jam, 7 hari, tanpa pernah kau matikan, bahkan sekedar untuk mengisi baterai, ada apa gerangan?
Fulan: bukan apa-apa, aku hanya khawatir ada orang yang merindukanku ditepi pagi, dan diujung malam, setiap hari
-
Pray for Syria
Allohummanshur ikhwaninal mujahidina fii syria .aamiin
(Source: idayumumtaz)
-
lucu gambarnya :D
(Source: sheimyname, via ayojadilebihbaik)
-
:D
(via havefaithinallah)
-
Oh Allah You are The One who pardons greatly, and loves to pardon, so pardon me.
(via thebeautyofislam)
-
she’s cute, isn’t she? :p
(Source: wealthyinpadua)
-
cita-citaku, cita-citamu, cita-cita kita semua :D
-
(via sidratulmuntaha)
-
via sis Rina Mazleen
Allahummansur al-mujahidin fi kulli makan :)
-
(via allahthemerciful)
-
funny quote today :D
-
:)
(Source: justamuslimah, via mardhatillahseeker)
-
-
layang-layang

pernahkah kamu memperhatikan layang-layang yang terbang bebas diatas sana?
atau kamu pernah bermain layang-layang itu dengan sahabatmu?
jika kita mau membuka sedikit hati dan pikiran kita, ada satu hal unik dari layang-layang yang bisa memberi kita pelajaran yang tak ternilai…
“Suatu hari aku melihat dua anak sedang asyik bermain layang-layang. satu anak dengan lihai menarik-ulur senar layangan, yang satunya dengan cekatan menggulung dan mengurai senar layangan. aku duduk di bawah pohon yang rindang itu, entah pohon apa. aku memperhatikan keduanya lamat-lamat, dari kejauhan. keduanya begitu lihai memainkan peran masing-masing. layangan mereka pun menjadi yang paling tinggi diantara layang-layang lainnya. aku tersadar akan satu hal, layang-layang itu bisa dijadikan analogi paling indah dalam setiap siklus kehidupan manusia. Ya, layang-layang itu bisa menggambarkan kehidupan kita setelah menikah nanti. kenapa bisa? setelah menikah, kita akan mempunyai peran masing-masing, laki-laki dengan perannya, perempuan dengan perannya. sama seperti saat memainkan layang-layang tadi, laki-laki berperan memegang kendali dari layang-layang, yang menentukan saat yang tepat untuk menarik atau mengulur senar. perempuan disini memiliki peran yang begitu penting, men-support peran dari laki-laki, dianalogikan dengan indah oleh pemain layang-layang yang berperan menggulung dan mengurai senar dari wadahnya. keduanya harus bisa bekerja sama dan membagi tugas masing-masing dengan baik, supaya layang-layang tadi tetap indah melayang di langit. diperlukan kesabaran ekstra dari kedua belah pihak, karena kita tahu, kadang lelah juga memainkan layang-layang, begitu juga memainkan senarnya. dan di akhir nanti, kita bisa saksikan, layang-layang siapa yang bisa bertahan paling tinggi, paling dekat dengan Tuhannya.buat kamu, calon pendamping hidupku nanti, semoga layang-layang kita bisa bertahan di tempat yang tinggi, dekat denganNya :)
-
“O My Lord! Verily I am needy to whatever good that You send down to me.”
(Source: small-deeds, via small-deeds)




